Bekerja di Kapal Ikan Jepang

Bekerja di Kapal Ikan Jepang - Jepang merupakan negara yang memiliki sumber daya alam melimpah di sektor kelautan dan perikanan. 

Kapal-kapal ikan Jepang yang beroperasi untuk menangkap ikan telah dilengkapi dengan alat tangkap dan teknologi yang memadai.

Namun di sisi lain, orang Jepang yang menggeluti pekerjaan sebagai awak kapal perikanan jumlahnya semakin sedikit. 

Hal ini memaksa negara ini harus mendatangkan banyak tenaga kerja dari luar negeri, termasuk salah satunya dari Indonesia. 

Di tahun 1990, orang asing pertama kali bekerja di kapal ikan Jepang. Mereka bekerja di kapal ikan samudra. Kesempatan semakin terbuka lebar ketika tahun 1998, orang asing bisa bekerja di kapal lokal Jepang dengan sistem Maruship.

Awak kapal orang Indonesia juga kapal orang asing menjadi ujung tombak industri perikanan kapal ikan Jepang.

Banyak sekali lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan dan SUPM yang saat ini mengikuti sistem praktek kerja (ginoujisshu), maupun pelaut maruship kapal ikan Jepang.

Seleksi Kerja ke Kapal Ikan Jepang

Perusahaan pemberangkatan peserta sistem praktek kerja (ginoujisshu) di kapal ikan Jepang, rutin mengadakan seleksi dengan mendatangi langsung SMK Perikanan, SUPM di berbagai daerah di Indonesia.

Sama halnya dengan Ginoujisshu, seleksi calon peserta sistem maruship training juga rutin diadakan di SMK Perikanan di berbagai daerah, dan juga langsung di perusahaan. 

Selanjutnya calon peserta yang dinyatakan lulus, baik pada sistem Ginoujisshu ataupun di sistem Maruship Training, diminta ke Perusahaan untuk mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya, alat tangkap dan bahasa yang sering digunakan di kapal ikan.

Berbeda dengan pelaut maruship berpengalaman, yang dapat langsung mendaftar langsung ke perusahaan, diterima kemudian berangkat.

Sistem Kerja di Kapal Ikan Jepang

Bagi teman-teman, adik-adik yang sekarang masih di Indonesia atau yang sudah di Jepang dan sedang mengikuti praktek kerja (ginoujisshu), dan maruship, perlu untuk dipahami mengenai "Sistem kerja di kapal ikan Jepang".

Sistem untuk bekerja di kapal ikan Jepang ada Sistem Ginoujisshu dan Sistem Maruship. Kedua sistem kerja ini berbeda.


1. Sistem Ginoujisshusei 

Pertama yang akan saya bahas mengenai sistem praktek kerja atau ginoujisshu. 

Ginoujisshu diselenggarakan dengan tujuan untuk mengajarkan teknologi perikanan langsung di atas kapal.

Peserta praktek atau biasa disebut Ginoujisshusei dapat mengikuti praktek kerja nomor 1 dan nomor 2 selama total 3 tahun.

Dan bagi mereka yang sudah menyelesaikan praktek kerja 3 tahun, bisa mengikuti ujian untuk bisa kembali berangkat ke Jepang dan mengikuti praktek kerja nomor 3, selama 2 tahun.

2. Sistem Maruship

Ialah bentuk penyewaan kapal ikan Jepang kepada pihak asing dalam jangka waktu tertentu (chartered ship). Tidak ada batasan jumlah pelaut asing yang bekerja dalam satu kapal. Kapal diberikan ijin untuk masuk ke pelabuhan Jepang.

Bekerja di Kapal Ikan Jepang

0 Response to "Bekerja di Kapal Ikan Jepang"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel