Aturan Melewati Perlintasan Kereta Api

Aturan Melewati Perlintasan Kereta Api - Para pemakai jalan yang saya hormati, sebagai warga masyarakat kita harus bisa saling mengajak, mengingatkan untuk berbuat sesuatu hal yang baik. Mungkin baru pada kesempatan kali ini saya bisa menyampaikan masukkan atau ajakan kepada para pemakai jalan dimanapun, tanpa terkecuali. 

Sampai sekarang ini, saya sering menjumpai dan memperhatikan banyak para pemakai jalan khususnya pengguna kendaraan bermotor roda dua/sepeda motor yang tidak mengindahkan atau mengabaikan peraturan lalu lintas, yang sangat membahayakan/mengancam keselamatan dirinya maupun orang lain.





Contohnya saya sering memperhatikan para pemakai jalan nekat melintas rel walaupun palang pintu perlintasan sudah ditutup oleh Petugas. Masih banyaknya pemakai jalan yang nekat melanggar melintas perlintasan kereta api yang sudah ditutup menunjukan kurangnya kesadaran akan keselamatan berkendara di jalan raya.

Di dalam peraturan Undang-Undang sudah jelas diatur mengenai aturan melintasi perlintasan kereta api. Berikut pasal dan sanksi yang mengatur tentang perlintasan KA dan pelanggarannya. Aturan melewati perlintasan kereta api terdapat dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 dan sanksinya termaktub dalam Pasal 296 dengan bunyi sebagai berikut:

Pasal 114
Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan wajib:
a.berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan\/atau ada isyarat lain;
b. mendahulukan kereta api; dan
c. memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.
Pasal 296
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada perlintasan antara kereta api dan Jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
Kewajiban pengguna jalan juga termuat dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 yang berbunyi:
Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.
Sedangkan untuk penyedia, pemelihara perlintasan sebidang, aturannya tercantum dalam UU Perkeretaapian pasal-pasal berikut ini:
Hak dan Wewenang Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian Pasal 90 huruf d:
Mendahulukan perjalanan kereta api di perpotongan sebidang dengan jalan
Pasal 94 yang berbunyi:
(1) Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.
(2) Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.


Mari kita patuhi peraturan yang ada demi keamanan dan keselamatan bersama. Semoga informasi yang saya bagikan bermanfaat untuk para pembaca semua. Aturan Melewati Perlintasan Kereta Api 

0 Response to "Aturan Melewati Perlintasan Kereta Api"