Pertama Kalinya Belajar Bahasa Jepang

Pertama Kalinya Belajar Bahasa Jepang - Mencari nafkah ke luar negeri menjadi pilihan sebagian besar masyarakat di berbagai daerah. Termasuk saya sendiri, di tahun 2011 saya mengikuti Program Magang di Kapal Perikanan Jepang, selama 3 tahun lamanya. Di kampung tempat saya lahir dan dibesarkan, Kebumen, untuk mencari pekerjaan bagus serta bergaji besar dengan hanya berlatar ijazah lulusan SMK, menurut saya sangat sulit. Bagi yang belum tahu, Kebumen adalah daerah/wilayah kabupaten yang terletak di pesisir selatan Pulau Jawa. Lebih tepatnya di sebelah barat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan dan memiliki bekal Ijazah SMK jurusan Teknika Kapal Penangkapan Ikan (TKPI), saya memutuskan ke Tangerang untuk mengikuti seleksi tahap ke-2 Magang Jepang di kapal perikanan Jepang. Seleksi tersebut diadakan di sebuah Perusahaan Pengiriman (Sending Organization/SO) yang berkantor di Tangerang, Banten.

Seleksi tahap ke-2 yang dilaksanakan di Tangerang khusus bagi calon peserta magang yang telah lulus seleksi awal atau seleksi tahap-1 (Kriteria kelulusan yaitu masuk Ranking A dan B). Seleksi tahap ke-1 diselenggarakan di sekolah-sekolah perikanan yang telah bekerjasama dengan perusahaan di Tangerang. Di SMK saya di SMK Negeri 1 Puring Kebumen, seleksi tahap pertama dilaksanakan pada waktu tingkat III atau kelas 12.

Dan bagi calon peserta yang dinyatakan LULUS dalam seleksi tahap ke-2 di Tangerang, selanjutnya akan mengikuti pendidikan bahasa dan budaya Jepang selama 5 bulan. Para calon pemagang juga harus dinyatakan fit dalam pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU)

Selain mengikuti pembelajaran bahasa Jepang di kelas, calon peserta magang juga dilatih fisik setiap hari, pada pagi dan sore hari. Setiap hari kegiatan olahraga dimulai pada pukul 5.00 WIB. Mulai dari lari,  sit up, push up, squat jump, dan angkat barbel. Untuk angkat barbel dilakukan tes tiap seminggu sekali, biasanya pada saat olahraga sore hari. Kegiatan olahraga pada sore hari banyak dilakukan di tempat fitnes/gym. Selain itu juga setiap minggu diadakan ujian renang. Momen-momen kebersamaan adalah suatu hal yang tidak bisa dilupakan, apalagi momen yang penuh keseruan saat bersama diluar kelas, bermain sepak bola, belajar bersama di kos dan momen-momen lainnya.

Setelah proses belajar bahasa Jepang 5 bulan selesai, selanjutnya peserta magang diterbangkan ke Jepang dan tempatkan di perusahaan kapal perikanan di Jepang.



Pelatihan Fisik di Asrama/Apāto Jepang
Setibanya peserta magang di Negeri Sakura Jepang, pemagang tidak langsung naik kapal. Namun, selama 2 bulan akan ditempa fisik kembali, serta pemantapan bahasa/kosakata bahasa Jepang yang pergunakan ketika bekerja di kapal. Tujuannya agar pemagang lebih siap. Selama 2 bulan tersebut kegiatan fisik yang dilakukan meliputi : lari, push up, sit up. Dan setiap seminggu sekali dilakukan tes angkat barbel sama seperti saat pelatihan di Indonesia.

Tujuan dari pelatihan fisik yang disiplin agar nantinya ketika naik kapal, para pemagang tidak kaget dengan kondisi aktual pekerjaan di kapal yang sangat berat. Bekerja di kapal ikan sangat jauh berbeda dengan bekerja di darat pada umumnya. Di kapal ikan, waktu istirahat pendek. Di kapal, bila pekerjaan belum selesai, maka belum dapat beristirahat. Dan yang paling penting modal bekerja di kapal adalah niat yang kuat. Setiap orang yang bekerja di kapal harus dapat melaksanakan tugas yang dipegangnya dengan baik. Jika tidak dapat mengerjakan dengan baik, pekerjaan di kapal akan menjadi berantakan. Dengan niat yang kuat maka akan dapat melakukan pekerjaan di kapal dengan baik. Dimanapun kita bekerja, itulah yang terbaik yang Allah percayakan pada kita. Pertama Kalinya Belajar Bahasa Jepang.

0 Response to "Pertama Kalinya Belajar Bahasa Jepang"