Kunjungan Wisatawan Non-Muslim ke Masjid Istiqlal

Kunjungan Wisatawan Non-Muslim ke Masjid Istiqlal - Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan mengunjungi ke Masjid Istiqlal, yang merupakan masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Saya tidak datang sendiri, namun bersama seorang staf di kantor dimana saya bekerja. Dia warga negara Jepang dan non-muslim. Jadi, ini merupakan kali pertama saya melangkahkan kaki masuk ke komplek Masjid Istiqlal. Pasti ada diantara teman-teman muslim yang sudah lama menetap di ibukota yang belum pernah sekalipun mengunjungi masjid Istiqlal. Jika ada kesempatan, silahkan berkunjung ke Masjid Istiqlal.



Untuk mengunjungi Masjid Istiqlal kita bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Kalau saya pribadi menyarankan teman-teman untuk menggunakan kendaraan umum yang ada, baik itu bus TransJakarta, kereta rel listrik, dan sebagainya. Selain ongkosnya yang lebih murah, dengan menggunakan kendaraan pribadi dalam bepergian, berarti kita turut mengurangi polusi kendaraan bermotor yang semakin tinggi. Kalau saya hari ini datang ke Masjid Istiqlal menggunakan TransJakarta. Teman-teman yang datang ke Masjid Istiqlal dengan bus TransJakarta dapat langsung turun di halte Masjid Istiqlal, yang tepat berada di sebelah pintu masuk Masjid.



Karena saya datang bersama dengan seorang wisatawan non-muslim, maka sesuai peraturan dari Kementrian Agama harus didampingi oleh seorang Pemandu untuk masuk ke dalam Masjid Istiqlal. Jadi bagi pengunjung yang datang membawa wisatawan non-muslim ketika memasuki masjid, akan diarahkan untuk menuju bagian Informasi Masjid Istiqlal. Wisatawan non-muslim akan diminta menuliskan data, seperti nama, asal negara, tanggal dan jam kedatangan di Masjid. Selesai menulis data di Bagian Informasi, kami diantar oleh seorang Pemandu ke tempat meletakka sepatu dan naik ke lantai 2 Masjid Istiqlal. Sambil berjalan menaiki anak tangga, kami diberi penjelasan mengenai sejarah pembangunan Masjid Istiqlal.

Menurut penjelasan dari Pemandu tersebut, bahwa nama Masjid Istiqlal diambil dari Bahasa Arab yang berarti "kemerdekaan". Masjid ini dibangun sebagai ungkapan rasa syukur  atas Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama, Bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Belanda selama 350 tahun dan Jepang selama 3,5 tahun. Kapasitas Masjid Istiqlal bisa menampung hingga 200.000 jamaah. Dari lantai 2, kami bisa mengambil view foto terbaik bagian dalam masjid Istiqlal. Selesai menerima penjelasan dari Pemandu dan mengambil foto di Lantai 2, kami ditunjukkan menara tinggi disisi Masjid untuk mengumandangkan adzan. Sesudah itu kami kembali ke tempat sepatu dan berpamitan pulang. Wisatawan Jepang ini sangat kagum dengan kemegahan Masjid Istiqlal dan keramahan umat muslim.


0 Response to "Kunjungan Wisatawan Non-Muslim ke Masjid Istiqlal"