TransJakarta Bebas Macet

Saya mempunyai pengalaman tak terlupakan saat bepergian menggunakan bus transjakarta. Mungkin ini merupakan pengalaman saya berpergian paling menyenangkan sekaligus juga melelahkan. Ceritanya, hari itu saya mempunyai jadwal kunjungan menemui pelaut yang akan berangkat ke kapal. 

Meskipun jarak dari kantor menuju perusahaan pemberangkatan pelaut terbilang lumayan jauh, Saya memutuskan untuk menggunakan angkutan umum yaitu bus transjakarta. Alasan kuat mengapa saya memilih kendaraan umum ini adalah bebas dari kemacetan, selain daripada harga tiketnya yang relatif terjangkau. 

Karena seringnya menggunakan transjakarta, saya pun tidak merasa bingung ataupun khawatir salah naik rute bus transjakarta. Namun, khusus untuk yang baru pertama kali naik transjakarta, mungkin akan merasa bingung terhadap aturan transjakarta, dan rute-rute yang dilalui transjakarta. Untuk menghindari atau mengantisipasi hal-hal yang tidak menyenangkan, seperti salah naik bus dan sebagainya.


"Cobalah lakukan hal-hal seperti berikut ini, yang mana merupakan pengalaman pribadi saya sewaktu awal-awal menggunakan transjakarta".

a# Hal yang pertama, jika merasa bingung jangan malu untuk bertanya kepada Petugas di halte transjakarta. Setelah menerima pengarahan dari Petugas secara jelas, tentu kita dapat menuju ke halte tujuan dengan perasaan tenang.

b# Sekarang ini juga tersedia berbagai macam aplikasi navigasi untuk memudahkan para penumpang transjakarta, salah satunya adalah aplikasi transjakarta busway navigation. Dengan aplikasi ini, kita dapat mencari rute halte transjakarta secara mudah dan jelas.




c# Agar selalu memperhatikan barang-barang bawaan, seperti tas, dompet, handphone dan sebagainya pada saat menggunakan transportasi umum apapun, termasuk bus transjakarta. Kejahatan bisa terjadi pada siapapun, maka selalulah berhati-hati.

Sambung lagi mengenai pengalaman saya bepergian menggunakan transjakarta dari Halte Departemen Kesehatan (Depkes) menuju halte Permai Koja, Jakarta Utara. Kurang lebih pukul 09:30 saya keluar dari kantor menuju halte Depkes. Dihalte depkes banyak sekali bus transjakarta yang lalu lalang melintas, tetapi yang saya cari ke arah halte Senen. Mengapa saya ambil rute yang ke arah halte Senen? 

Karena rute yang saya ambil untuk sampai di halte Permai Koja adalah sebagai berikut: halte Depkes-->halte Senen-->halte Cempaka Timur-->halte Cempaka Mas-->halte Permai Koja.

Tiba di halte Permai Koja pukul 11:30 siang, tepat 2 jam naik transjakarta. Sungguh perjalanan yang melelahkan karena harus beberapa kali berpindah koridor (rute bus). Meskipun lelah selama di bus tidak pernah duduk, tapi saya senang bisa menggunakan transportasi umum. Menggunakan tranportasi umum merasa capek namun akan cepat segar kembali. Tidak seperti capek naik sepeda motor, yang bisa memerlukan waktu berhari-hari bahkan seminggu sampai tubuh kembali segar.

Selain itu, menggunakan bus atau angkutan umum berarti turut andil mengurangi polusi atau pencemaran udara yang semakin tinggi. Ayo bersama-sama berubah untuk lebih baik. Merdeka dan bebas dari kemacetan.

Thanks you very much for attention.. 

0 Response to "TransJakarta Bebas Macet"