Mengatur Biaya Transportasi


Kota-kota besar seperti Jakarta sudah tersedia berbagai jenis moda transportasi. Mulai dari transjakarta/busway, kereta commuter line jabodetabek/kereta rel listrik, bus metromini dan kopaja, taksi, angkot, bajai, sampai dengan ojek online.

Jumlah kendaraan yang ada ternyata tidak seimbang dengan pertambahan luas jalan-jalan di ibukota. Sehingga pada saat jam-jam berangkat kerja, atau pulang kerja terjadi kemacetan yang luar biasa. Kemacetan bahkan terjadi dijalan-jalan tol di ibukota. 

Apabila terjadi kemacetan, maka kendaraan bermotor baik itu roda empat atau roda dua akan boros bahan bakar BBM. Jika terjadi hal demikian, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar BBM pun semakin banyak. Jelas pasti semua orang tidak ingin mengeluarkan biaya yang lebih mahal, bukan begitu?

Sebelum saya berbagi tips mengenai mengatur biaya transportasi, terlebih dahulu saya ingin menceritakan pengalaman ketika berada di Negeri Matahari Terbit Jepang. Saat tinggal di Jepang berstatus sebagai Peserta Training Magang Program JITCO, seringkali bepergian ke Kota Tokyo menggunakan kendaraan kereta rel listrik (commuter line). Di Jepang kereta listrik menjadi moda transportasi masal yang paling banyak digunakan oleh masyarakat.

Saat pertama kalinya menggunakan kereta commuter line di Jepang, saya menyaksikan banyak hal luar biasa. Di luar pemikiran saya sebelumnya,  bahwa semua kendaraan di Jepang termasuk kereta mempunyai jadwal waktu tiba dan berangkat yang tepat (on time).

Bukan hanya dari segi ketepatan waktu saja, ada banyak hal yang decak kagum. Adalah ketika melihat orang-orang berbaris rapih untuk naik ke dalam kereta. Hal yang saya lihat sangat menarik perhatian saya. Saat pertama kali naik ke dalam kereta, kondisi/suasana didalam kereta sangat bersih, udaranya sejuk. Pada dinding-dinding kereta bagian atas terpampang berbagai jenis iklan.

Untuk tempat duduknya pun empuk dan bersih. Dan dibawah tempat duduk terdapat penghangat/heater yang dinyalakan pada saat musim dingin. Distasiun kereta tidak terpampang rute stasiun, hanya terdapat papan layar elektronik/slide screen yang memberitahukan stasiun ketika berhenti. Selain itu, ada juga pemberitahuan yang disiarkan melalui speaker.

Balik lagi berbicara mengenai transportasi yang ada di Indonesia. Sebenarnya, saat ini sistem transportasi di negara kita sudah cukup baik. Hanya saja ada berbagai macam hal yang perlu di perbaiki. Contohnya, berbicara mengenai jalur kereta commuter line (krl) di Jakarta terhitung masih banyak yang bersilangan dengan jalan raya. Hal seperti itu akan mengakibatkan perjalanan krl menjadi terhambat dan penumpang terlambat. Selain itu juga, masih terdapat banyak pintu perlintasan liar di jalur yang dilalui krl ini. 

Masyarakat Indonesia sudah banyak yang berfikir cerdas dan tidak egois dengan bepergian menggunakan sarana transportasi umum yang ada. Dengan banyaknya pengguna transportasi masal ini pula diharapkan pelayanan yang diberikan oleh Pihak Penyedia Layanan Transportasi semakin baik. Sehingga masyarakat tidak akan berfikir kembali untuk menggunakan transportasi sendiri, yang tentu akan membuat kemacetan yang lebih hebat lagi.

Dengan kondisi harga bahan bakar saat ini yang berubah-ubah, menyebabkan tarif transportasi umum swasta mengalami perubahan. hal ini perlu dipahami mengingat bahwa ketika harga bahan bakar tinggi, semua harga-harag juga akan mengalami perubahan termasuk suku cadang/sparepart kendaran bermotor.

Jika memang dirasa biaya kebutuhan transportasi menjadi semakin tinggi dan tidak sanggup, maka sebaiknya mulai mengaturnya. 

1# Jika tempat tinggal jaraknya jauh dari tempat kerja, sebaiknya setiap hari menggunakan transportasi massal seperti bis atau krl. Jika masih harus berganti kendaraan, gunakan transportasi yang terjangkau, misalnya angkot.

2# Gunakan uang elektronik untuk pembayaran tiket kereta, bus dan lain sebagainya. Sehingga akan lebih efisien waktu karena tidak perlu lagi repot untuk membeli tiket setiap hari di loket. Agar lebih baik sebaiknya langsung mengisi saldo pada uang elektronik untuk jatah transportasi dalam satu minggu, dua minggu, ataupun 1 bulan.

3# Pilihlah transportasi yang waktunya tepat. Jika jadwal kedatangan dan keberangkatan kendaraan transportasi tepat waktu, maka bisa mengatur jadwal berangkat setiap hari dengan baik. Sehingga tidak akan terjadi yang namanya terlambat. Kecuali ada terjadi hal-hal lain diluar kendali yang menyebabkan keterlambatan perjalanan.

4# Jika memang punya kendaraan pribadi seperti mobil, ada baiknya digunakan untuk bepergian ke tempat wisata bersama segenap keluarga, bisa juga mobil dipakai mudik ke kampung halaman, dan sebagainya untuk refreshing.

5# Ketika bepergian dekat, misal ke rumah tetangga dalam satu kompleks perumahan, sebaiknya tidak selalu bergantung dengan kendaraan. 

Itulah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan untuk mengatur biaya transportasi yang membengkak semakin besar. banyak hal yang dapat dikurangi, dengan tidak selalu bergantung kepada kendaraan jika memang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Berjalan kaki akan membuat tubuh bergerak dan yang akan membakar lemak jahat yang membuat badan semakin malas untuk bergerak.

Ayo kita bersama-sama menjadi pribadi yang sehat dan unggul. Terima kasih sudah membaca. "arigatou gozaimasu".

0 Response to "Mengatur Biaya Transportasi"